Sepucuk Surat Untuk Mantan ~ Kumpulan Puisi Untuk Mantan

69679 views
Dimana kamu, mantan cahayaku..?

Dimana kamu, mantan cahayaku..?

Puisi Untuk Mantan Terindah(update 21 Juni ’16)

Pengirim :
Seorang laki-laki yang pernah mengukir namamu di hatinya dan menyertakan namamu di setiap Do’a-do’a malamnya.

Kepada :
Seorang wanita yang pernah singgah di hatinya, yang karena senyumnya dan teduh tatapan matanya telah membuat laki-laki itu jatuh cinta.

Adalah cinta, yang mengubah jalannya waktu
Karena cinta, waktu terbagi dua
Denganmu dan rindu untuk membalik masa

Detik tidak pernah melangkah mundur
Tapi kertas putih itu selalu ada
Waktu tidak pernah berjalan mundur
Dan hari tidak pernah terulang

Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
Untuk semua pertanyaan yang belum sempat …

Puisi diatas atas adalah potongan puisi yang dibacakan oleh Rangga dalam film “Ada Apa Dengan Cinta Part. 2”. Saya masukan di postingan ini karena sepertinya tema puisi ini sama, yaitu puisi untuk mantan yang terindah.

Puisi Untuk Mantan

Dalam hidupku ada dua wanita yang punya ruang tersendiri dalam kehidupanku.

Yang pertama adalah kamu, kamu dan juga kamu, yang merasa pernah singah dalam kehidupanku. Menawarkan cinta, tawa dan indahnya mimpi-mimpi di masa depan. Lalu karena beberapa alasan, kalian akhirnya memilih untuk pergi. karenanya kini aku menyebut kalian sebagai, masa laluku.

Sedang yang kedua adalah seorang wanita yang akan segera datang, menggantikan kalian yang memilih pergi. Wanita ini aku sebut sebagai masa depanku.

Surat cinta ini sengaja aku tulis sebagai ujud ungkapan rasa terima kasihku kepada kalian semua yang kini aku sebut sebagai masa laluku.

Bukan bermaksud untuk mengabaikan masa depanku. Namun tidak bisa dipungkiri, sebelum aku menemukan masa depanku, kalianlah (wanita-wanita dari masa laluku) yang tanpa diminta bersedia hadir dalam kehidupanku. Mengusahakan tawa ketika aku sedang tak mampu tertawa, menemaniku menjalani hari demi hari dan selalu ada untuk menawarkan pelukan ketika aku merasa terlalu lelah mengejar impian.

Silahkan baca juga :

Untuk kalian, wanita-wanita dari masa laluku. Setelah apa yang terjadi diantara kita, rasanya tak ada hal lain yang layak untuk aku sampaikan pada kalian, selain ucapan terima kasih dan do’a,
Semoga kalian selalu berbahagia, entah bersama siapapun sekarang.

Jujur, ada begitu banyak hal indah yang aku dapat dari kalian, yang rasanya sangat sayang untuk aku lupakan.
Disini aku meminta ijin kepada kalian, untuk mengabadikan semua tentang kalian, yang selama ini aku simpan rapi dalam hati, dalam bentuk,

Sepucuk Surat Cinta Untuk Sang Mantan

Selamat membaca dan bernostalgia, tentang hari-hari indah yang dulu pernah kita lalui bersama.
Aku harap, kamu tak lagi mengingat-ingat semua kejelekanku hehe..

Salam Pepisahan Untuk Kamu, Mantan terindahku
Untuk kamu yang kemarin pernah menjadi tempat tumpahan segala tangisan, kekecewaan, kebahagiaan, keluhan dan tiang penyangga disaat aku jatuh.(1)

Dan , ketika semua tlah berakhir
Namamu tlah aku tulis di kolom note, akun fbku.
Tempat yang sama, yang mempertemukan aku dengan kamu, dulu.
“Setiap yang dipertemukan, nanti jika telah sampai pada waktunya pasti akan dipisahkan”.
Begitu nasehat bijak yang pernah aku dengar.
Dari awal aku mengenalmu, aku sudah tau kalau nanti kita pasti akan berpisah. Namun jujur, aku tak pernah berharap kita akan berpisah secepat ini dengan cara seperti ini.
Aku berharap nanti ketika usia kita telah senja, anak-anak kita telah berkeluarga, cucu-cucu kita telah tumbuh dewasa disuatu pagi malaikat Izrail datang lalu mencabut nyawa salah satu dari kita.
Namun tidak, ternyata Tuhan berkehendak lain, DIA memisahkan kita lebih cepat.
Tak ada pilihan lain, selain aku harus menerima. Meski sejujurnya sedikit terpaksa.
Maaf untuk egoku yang besar..
Maaf untuk satiap kalimat kasar..
Yang meski kadang tak sengaja, tapi aku ucapkan dan kau dengarkan..
Maafkan semua salahku ya..

Awal Januari tahun ini tulisan di atas aku posting di kolom note akun fbku, sebagai ucapan salam perpisahan untukmu. Kalian tahu, tidak hanya tulisan itu yang aku tulis sejak kita berpisah. Di bawah kalian akan mendapati banyak sekali tulisanku dalam bentuk puisi yang sengaja aku tulis untukmu.

Tentu kalian masih ingat, saat bersamaku kalian sering membaca tulisanku yang bertemakan tentang cinta. Tulisan-tulisan yang aku tulis saat aku pertama kali bertemu dengan kalian, saat aku mulai jatuh cinta pada kalian dan tulisan-tulian lain yang mengungkapkan betapa bahagianya aku pernah dicintai dan pernah menjadi bagian hidup kalian.

Tapi tulisan yang aku posting disini temanya berbeda semua dengan tulisan yang pernah kalian baca. Karena tulisan disini semuanya bertemakan tentang perpisahan dan mantan. Dan kalian tahu, kalianlah (wanita-wanita dari masa laluku) yang menjadi inspirasi semua tulisan ini.

Dan.. Happy Reading, kuharap kalian bersedia untuk membacanya.

Salam dari aku,
Seorang lelaki yang pernah sangat mengaggumimu,
Dan kini menjadi bagian dari masa lalumu.

AWe,

Sketsa Wajahmu

Meski sedikit samar, goresan-goresan penaku masih terlihat
Entahlah..
Akan aku lanjutkan melukis bayangmu
Atau kutepis di bawah rintik hujan
Hingga nanti ketika pelangi memancar
Kau dan aku sama-sama tahu, betapa indah ni’mat bersabar.

Ketika kudapati dinding yang teramat tebal,
Biarlah sajak-sajak singkatku ini saja yang akan menceriterakan..

Puisi Untuk Mantan Part. 1

Demi Memperlakukanmu Dengan Layak

Atas perpisahan yang terjadi kemarin.
Apa bila bisa aku mengulang waktu.
Meski aku tau, pada akhirnya aku tetap tidak bisa bersamamu
Luka ini juga tetap akan aku terima

Aku tidak akan meminta untuk tidak dipertemukan denganmu
Aku tetap akan meminta, untuk dipertemukanmu

Akan kucintai dirimu lebih besar, dari cinta yang aku berikan kemarin
Akan aku jaga matamu agar darinya tak pernah mengalir tetesan air mata
Tidak seperti kemarin, saat bersamaku kamu sering sekali menangis.
Dan sekuat tenaga akan aku lindungi hatimu.
Tidak seperti kemarin, aku terlalu sibuk melindungi hatiku, karena takut dikecewakan olehmu.

Asalkan aku bisa membuatmu merasa diperlakukan dengan layak saat bersamaku
Aku rela, sangat-sangat rela
Perih ini aku tanggung kembali, dan kesendirian ini aku rasakan lagi.

Demi Memperlakukanmu Dengan Layak,
AWe,
Puisi ini udah saya rekam dan saya buatkan vidionya, kalau temen2 ada yang pengen liat vidionya silahkan kunjungi akun youtube/souncloud saya di bawah ini,
Youtube video Puisi Untuk Mantan Part. 1 Demi Memperlakukanmu Dengan Layak.
Souncloud Mp3 Puisi Untuk Mantan Part. 1 Demi Memperlakukanmu Dengan Layak.

Puisi Untuk Mantan Part. 2

Puisi Untuk Mantan Part.2

Puisi Untuk Mantan Part.2

Ungu Violet (Kebahagiaan dan Kesedihan)
Dua warna yang pernah kau torehkan pada selembar kanvas hitamku

Tak seperti musim dan waktu
Rencana manusia kadang tak sejalan dengan kenyataan
kita hanya mampu berkehendak berikhtiyar lalu berdoa
Selebihnya Dia berkuasa penuh di luar kita,

Tapi kau tahu,
Sepasti musim dan waktu aku mencintaimu selalu
Seperti matahari yang terus terbit dari timur mengawali hari
Dan terbenam ke barat demi malam,
Hingga kini aku masih sendiri
Sampai nanti, sebelum Dia menyatakan takdirnya pada diriku
Aku akan terus menjaga rasa ini

Jika boleh aku berharap
Aku ingin kau kembali lagi disini
Terlalu banyak hal yang ingin aku tunjukan padamu
Ada begitu banyak rasa yang ingin aku bagi bersamamu

Maaf jika egoku kala itu mengalahkan segalanya
Dan menjadi alasan sampai akhirnya kita berpisah

Antara pertemuan itu dan perpisahan itu, aku mengenal dirimu
Dan memahami makna dari warna Ungu dan Violet
Bagiku keduanya bukan pilihan, keduanya adalah anugerah dariNya
Aku akan menerimanya dengan ikhlas

Kalaupun dulu aku tak mampu meyakinkanmu
Ijinkan lewat puisi ini, aku tunjukan kesungguhanku
Bahwa aku sangat mencintaimu,
Dan berharap bisa selalu bersamamu.

Mau liat vidio atau dengerin Mp3nya klik aja link di bawah ini,
Youtube, Vidio Musikalisasi Puisi Untuk Mantan Part. 2 ~ Ungu Violet
Souncloud, Mp3 Musikalisasi Puisi Untuk Mnatan Part.2 ~ Ungu Violet.

Ungu Violet,
Ditulis ulang oleh AWe, dari sebuah surat dalam novel “Ungu Violet” karya teteh Miranda.

Puisi Untuk Mantan Part. 3

Dimana Kamu (Mantan Cahayaku)

Kembali ketempat ini ada seribu tanya yang bergema dalam jiwa,
Dimana senyum manis itu?
Yang dulu biasa aku cari ketika aku sedang tak mampu tersenyum sendiri
Dimana sapaan ramah itu?
Yang biasa aku dapat, saat aku lewat gang sempit depan rumahmu
Dimana candaan manja itu?
yang kemarin selalu menemani rutinitaas malamku
Dan dimana kamu, mantan cahayaku?
Yang dulu menjadi alasan, hingga akhirnya aku memilih tinggal disini

Entah disudut kota mana, kamu sekarang berdiam
Tapi aku berharap kamu bisa menemukan tulisan ini
Sebuah catatan singkat, yang aku tulis saat aku sadari
Bahwa aku sangat merindukanmu dan benar-benar kehilangan kamu

Seseorang yang sudah lama pergi
Tapi masih saja aku berharap, bisa menemukanmu kembali

Gandrungmangu, 14 05 15

Puisi Untuk Mantan Part. 4.

Wanita Apa Adanya
Namamu masih abadi disini.
Tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam.
Meski waktu terus berlalu dan nama-nama lain bergantian mengetuk hati ini.
Entah kenapa tempatmu belum bisa terganti.

Kau wanita, begitu juga yang lain pun wanita.
Kau pernah membuatku tersenyum, sedih juga gelisah, yang lain pun pernah membuatku demikian.

Mungkin karena kau sedikit berbeda.
Kau tak pernah mengeluh,
Meski waktu itu hanya sedikit yg mampu kubagi bersamamu.
Kau pun tak pernah memerintah atau memaksaku melakukan ini dan itu.
Karnanya aku menyebutmu,
Wanita apa adanya.

Kau memberiku sesuatu sesuai kemampuanmu, apa adanya dirimu.
Dan kau menerimaku sebagai mana apa apa adanya diriku.
Semoga aku bsa menjaga rasa ini, agar tetap kekal abadi.
Hingga kelak Tuhan menyatukan kita lagi, atau menentukan lain.
Memberi gantiku untukmu dan ganti dirimu untukku.

Untuk seseorang dari masa laluku yang lama ga pernah aku dengar kabarnya.
Semoga kau selalu dalam lindungan dan penjagaanNYA.
Amin..

Puisi Untuk Mantan Part 5.

Janji Palsu

Ingatkah kamu,
Dulu pernah ada janji yang kita ucap berdua
Dulu ada mimpi yang coba kita renda bersama
Dulu ada masa-masa indah, dimana aku mampu tertawa dan tersenyum tanpa kepura-puraan
saat aku lalui hari-hari bersamamu

Sejujurnya aku tak pernah berharap jika masa-masa itu nanti hanya tinggal kenangan
Namun Tuhan punya rencana lain
Ada jalan bercabang di depan sana, yang memaksa kita untuk saling memilih
Dan pilihanya, antara kita berbeda

Tak pernah habis aku berfikir
Untuk apa waktu itu kau menatapku, menyapaku lalu mengajakku berbicara?
Jika pada akhirnya kita tak bisa bersama
Untuk apa kau datang dalam hidupku?
Padahal aku tak pernah memintanya
Menawarkan sejuta keindahan tentang cinta
Menawarkan mimpi-mimpi di masa depan
Namun semua hanya semu belaka

Tidakah engkau sadari
Masing-masing dari kita punya hati
Dan mungkin kau tak pernah menyadari
Perasaan-perasaan yang aku tahan selama ini

Puisi Romantis Untuk Mantan

puisinya nanti, lgi nyari inspirasi hehe..

puisi cinta puisi sedih

Author: 
    author

    Related Post

    1. author
      Yunita10 months agoReply

      Bagus sekali thanx to upload,semoga bermanfaat bagi penulis dan yang membaca. kunjungi blog saya oke, stikynote.com

      • author
        AWe (Author)10 months agoReply

        Thanks juga ya udah berkunjung kesini, ok nanti saya intip hehe..
        Salam kenal ya Yunita…

    2. author
      Eko4 months agoReply

      Icikiwir

    3. author
      andry3 months agoReply

      mantep kang..bantu tengok ya blog baru lahir masih hosting gratis…
      http://korekhitam.blogspot.co.id/

      • author
        AWe (Author)3 months agoReply

        Siap.. mluncur hehe

    Leave a reply