Kumpulan Puisi Sedih Tentang Cinta ~ Ditinggal Kekasih Hati

5871 views

Puisi Sedih Putus Cinta

Puisi Cinta Sedih Part. 1

Makna Tulisanmu

Dulu, acap kali kamu tunjukan tulisan-tulisanmu
Katamu waktu itu,
“Ini karyaku, yang berisi segala tentang kita”
Setiap minggu, setiap hari bahkan setiap ada waktu kamu terus menulis
Pernah sesekali aku membacanya, tapi lebih sering aku abaikan
Tapi aku tahu kamu tak pernah menyerah, meski hanya dirimu sendiri yang setia membacanya.
Hingga di suatu pagi, saat ragamu memutuskan untuk menyerah dari ganasnya kanker jahanam itu
Dan sepeninggal dirimu, dengan segera kesepian abadi menyelimuti hari-hariku

Diantara hening suara hati dan riuh berontak jiwa, aku temukan kumpulan tulisan-tulisanmu
Aku buka lembar demi lembarnya
Aku eja kata demi katanya
Dan aku coba fahami pada tiap hurufnya
Dari situ aku baru tahu, untuk apa kamu menulis semua ini
Kau sadar, saat itu waktumu tak lagi banyak
Dan kau ingin mengabadikan segala tentang kita, pada tulisan-tulisanmu
Dengan harapan, esok aku akan membukanya
Jika rindu menggelayut di hati, sedang kamu tak lagi disini
Aku punya sesuatu yang sengaja kamu tinggalkan, jauh-jauh hari
Sebelum Kamu pergi

Inna lillahi wa inna ilahi roji’un..
Semoga kau tenang disana..

Sebersit Tentangmu Masa Laluku

Kini tlah tiba disuatu hari..
Kala huruf tak lagi mampu merangkai kata
Dan kata yang tlah terangkai, tak lagi mampu ungkap besarnya makna
Hening hati ini.. resah.. dan hilang..

Teringat dulu, kala pagi datang
Berdua, kita sambut kicau riang serwiti, sambil menikmati hangatnya sinar mentari
Nama..
Akankah masih pagi itu milik kita..?
Lalu dimanakah kau kini..?
Nyatakah kau tlah mati..?
Tapi kenapa tak kutemukan jua pusaranya..?
Benarkah kau tak ingin di kenang..?
Ataukah bumi yang tak pernah mengizinkan..?
Sebuah harapan tuk selalu bisa bersama
Merajut mimpi jadi kisah nyata
Dalam satu ikatan Cinta
Semoga..

…., ….’09..

Apa Yang Harus Aku Lakukan

Sepeninggal dirimu, aku berusaha untuk baik-baik saja
Tak ada yang aku sesali
Tak ada yang aku tangisi
Karena aku tau, perpisahan ini bukan keinginan kita

Satu hal yang aku takuti,
Esok disuatu malam, ketika aku sudah terbiasa dengan candaanmu dan aku sadar aku takan lagi mendengar candaanmu itu,
Apa yang harus aku lakukan..?
Esok di suatu pagi, ketika selama ini aku sudah terbiasa bangun karena dering panggilan dari hpmu, lalu kamu berkata, “Udah siang, bangun, mandi, jangan lupa sarapan dan met aktifitas”. Lalu aku sadar aku tlah kehilangan itu semua,
Apa yang harus aku lakukan..?
Dan.. Ketika aku sudah mulai terbiasa menemanimu jalan-jalan sore ditaman kota, dan mulai sore ini tak ada lagi kamu yang harus aku temani,
Apa yang harus aku lakukan..?

Lalu jika nanti di pagi, sore dan malam hari, aku merasa begitu rindu pada sapaanmu, pada senyummu, pada hangatnya pelukmu dan pada caramu menatap aku,
Apa yang harus aku lakukan..?
Apa..?
Apa..?
Apa.. yang harus aku lakukan..?

Gunung Gohong, Februari’15

puisi cinta puisi sedih

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply