Catatan LDR ~ Puisi Sedih Tentang Cinta Jarak Jauh

31709 views
Semoga suatu hari nanti, kamu bisa berjalan bersamanya lagi, Amin..

Do’aku untuk kamu yg sekarang lagi LDR. Semoga suatu hari nanti, kamu bisa berjalan bersamanya lagi, Amin..

 

LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan jarak jauh.
Cieeee… Ceritanya lagi jadi korban LDR nih?

Satu jempol untuk kamu yang membaca artikel ini. Ah tidak 2 jempol, malahan 4 jempol saya akan saya kasih ke kamu kalo saya tidak memikirkan tata krama. Secara jempol saya kan cuma 4, 2 di tangan 2 lagi di kaki. Tapi cukup 2 aja ya, ga sopan kalo sama jempol kaki.

Apa maksudnya ini, saya bersedia memberikan 2 jempol saya untuk kamu?
Itu adalah wujud apresiasi saya untuk kamu, temen-temen yang tengah menjalani hubungan cinta jarak jauh dan kamu tetep memilih untuk setia menjaga komitmen yang pernah kamu ikrarkan bersama pasanganmu, dulu (Pacar, Tunangan atau Istri/Suami).

Ko bisa saya tahu kalo kamu adalah orang yang setia?
Ko bisa juga saya tahu kalo kamu pernah mengucapkan janji/ikrar bersama pasanganmu dulu?

Hehehe.. cuma insting aja. Bukan nebak loh ya, tapi pakai sedikit ilmu logika juga.
Logikanya kaya gini,
Kalo kamu buan tipe orang yang setia, kamu tidak akan mau repot-repot menghabiskan sebagian waktumu hanya untuk membaca artikel ini, yang kalo dilihat dari judulnya saja sudah jelas “Catatan LDR – Puisi Sedih Tentang Cinta Jarak Jauh). Kalo kamu ga setia pada pasanganmu, pasti kamu lebih suka menghabiskan waktu bersama orang lain (Selingkuhan, TTM atau apalah namanya). Bukan membaca artikel ini yang berisi ungkapan kesedihan karena LDR.
Iya kan? Logikamu bisa nerima kan?

Terus yang kedua,
Kenapa saya bisa tahu kalo kamu dulu pernah mengucapkan janji/ikrar bareng pasanganmu?
Ini juga cuma pakai logika atuh Neng hehe,,
Gini, setiap orang yang menjalin hubungan (Cinta) mereka pasti pernah mengucapkan janji. Apa lagi khusus yang cowo, “cowo” belum bisa di katakan benar-benar sebagai seorang “cowo” kalo ga bisa mengucapkan janji. Because, sudah kodratnya cowo itu sebagai pengobral janji. Tidak semua sih, tapi saya emang kaya gitu.

Apa sih yang bisa kita tawarkan pada cewe kita, kalo bukan janji? Perkara janjinya mau ditepati atau tidak, itu masalah belakangan yang penting kalo kamu cowo harus berani berjanji.

Nah khusus untuk cewe, kalo kamu nemu cowo yang suka ingkar janji, ini tentang pribadi masing-masing. Ga bisa di sama-ratakan ke semua cowo.

Namun bukan berarti cewe juga ga pernah ngucap janji kan? Cewe yang dulu pernah deket sama saya pernah janji kaya gini kaya gitu, buktinya bulshit. Tapi ada juga sih yang beneran nepati. Kembali, masalah janji di tepati atau tidak ini tentang pribadi masing-masing. Tidak bisa di sama-ratakan.

Iya kan? Kalo ada yang ga setuju, tulis aja di komentar pengalaman kamu. Ok Pren..

Dari pendapat saya diatas, yang menyatakan bahwa dalam menjalin hubungan antara laki-laki dan wanita itu ada janji. Apa lagi kalo salah satunya ( entah yang cowo ataupun yang cewe) akan pergi ketempat jauh, mungkin karena study/pendidikan atau karena pekerjaan sebelum berpisah selayaknya/sewajarnya sepasang kekasih ini akan mengucapkan janji bersama. Biasanya sih janji bahwa yang ditinggal akan setia menunggu sampai pulang. Sedang yang akan pergi, berjanji untuk menjaga hati samapai ia pulang nanti. Atau ada juga janji-jani yang lainnya.

Nah.. Bisa diterima logika kan Pren?

Kalo kalian ga komitmen pada janji/ikrar sebelum berpisah dulu, kamu tidak mungkin cape-cape baca artikel ini.

Jadi.. Sekali lagi, 2 jempol untuk kamu yang membaca artikel ini. Yang tengah menjalani hubungan LDR atau Cinta jarak jauh dan tetap setia pada pasanganmu, terus tetap memegang teguh komitmen yang sudah kamu ikrarkan bersama pasanganmu.

Aku tulus berdo’a untukmu,
Semoga dia juga setia padamu dan teguh memegang komitmen yang sudah di ucap olehnya. Sampai nanti waktunya dia kembali dan bisa bertemu denganmu lagi, dia tetap menjaga hatinya hanya untukmu. Amiiiiin …

By the way.. kata pembukanya panjang amat ya..
Ya udah kamu baca aja puisi tentang LDR atau Cinta jarak jauh dibawah ini ya..
Barangkali dengan membaca puisi LDR ini, kamu bisa menempatkan dirimu sebagai pasanganmu. Agar kamu juga tahu bagaimana rasanya menjadi pasanganmu, yang harus sering-sering menahan rindu karena terpisah jauh darimu.
Puisi ini juga bisa sebagai pengingat untukmu yang mulai tidak setia dengan pasanganmu.
Karena puisi dibawah ini sengaja aku tulis lalu aku isi dengan ungkapan-ungkapan sedih dari hati mereka-mereka yang terpisah jauh dengan pasangan yang amat sangat di cintainya.

Positif Thinking aja ya Pren..
Berlakulah setia dulu pada pasanganmu, baru kamu berharap dia akan setia padamu.
Kalo karena jarak yang jauh membuat kamu ga setia, ya jangan salahkan pasanganmu, kalo ga setia.

Anggap puisi ini adalah pasanganmu yang nulis, yang isinya ungkapan hati dari dia untukmu. Aku berharap cintamu bisa bertambah, welas asihmu padanya juga bertambah dan ga ada tuh pikiran negatif kalo dia ga setia.

Ok Happy Reading..

Puisi LDR ~ Catatan tentang Cinta Jarak Jauh Part. 1

Malam terus merambat naik, ketika jemariku menuliskan ini,
Sebuah tulisan tetang kerisauan jiwa.
Antara ungkapan dan keluhan.
Tentang tulusnya harapan dan permohonan.

Keadaan yang seperti inilah, yang paling aku benci,
Saat dimana aku sangat membutuhkanmu. Namun aku hanya mampu tersenyum hambar, mendapati kenyataan jika kamu belum ada disisiku.

Aku layaknya laki-laki lain yang dalam perjalanan ini harus berani menentukan langkah.
Kalau tujuannya hanya untuk aku, ini bukanlah masalah. Aku bisa dengan mudahnya memutuskan, bagaimana dan kemana langkahku selanjutnya.
Tapi pada situasi ini aku tidak bisa begitu, karena ini menyangkut dirimu juga. Bukan sekedar aku atau kamu, tapi kita.
Rasanya terlalu egois diri ini, jika aku memutuskannya sendiri.

Iyaa aku tahu, memori otakku masih berfungsi normal, aku masih ingat dengan sangat jelas semua kata-katamu waktu itu,
“Jangan pernah salahkan jarak dan waktu, meskipun saat ini mereka jahat karena telah memisahkan kita untuk waktu yang tidak sebentar. Namun percayalah, dimasa depan kita akan punya cerita indah, dibalik jahatnya jarak dan waktu”.

Tapi saat-saat seperti ini, entah kenapa rasanya ingin sekali aku bicara langsung padamu. Menatap matamu, untuk memastikan apakah aku masih ada disana. Mendengar suara hatimu, mencoba mencari tahu apakah tempat itu masih hanya untukku. Atau hanya sekedar duduk disampingmu, menghabiskan waktu sambil mendengar celoteh-celotehan bawelmu, yang tak pernah membosankanku.

Boleh aku menulis sesuatu untukmu dengan jujur, sangat jujur?
Jika boleh, aku ingin menulis,

Aku rindu kamu..
Aku rindu tatapan teduhmu, aku rindu rengekan manjamu, aku rindu erat genggaman tanganmu, aku rindu hangat dekapanmu, aku rindu semua tentangmu.
Aku rindu rasa khawatirmu, aku juga rindu kalimat-kalimat penyemangatmu. Dimana tiap kali aku jatuh karena gagal mengejar impian, kamu tidak pergi seperti yang lain.
Kau akan terburu-buru menemuiku, lalu seperti biasa kau akan katakan,
“Tak apa jika cara ini belum berhasil, toh kita masih punya cara yang lain. Jangan berhenti ya.. Demi aku jangan pernah berhenti.. Jangan merasa sendirian. Kalaupun didunia ini tak ada lagi orang yang percaya padamu, kau tahu, aku selalu percaya padamu. Apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu ada dibelakangmu, untuk mendukungmu”

By the way,
Meskipun aku sudah tahu jawabannya, namun tiap kali aku menulis tentangmu, selalunya hati ini ingin bertanya,
Kapan kamu pulang…?
Catatan LDR

Puisi LDR ~ Catatan tentang Cinta Jarak Jauh Part. 2

Aku mencintaimu bukan karena kau siapa
Aku mencintaimu karena Tuhan mengizinkannya

Ini juga bukan tentang berapa lama kita saling mengenal
Juga bukan seberapa kita jauh jarak memisahkan.

Aku selalu percaya Tuhan sudah mengatur perihal jodoh.
Tinggal kita berusaha semaksimal mungkin.

Kekasih, aku tidak meminta banyak hal.
Aku hanya ingin kita sama-sama berjuang.
Memberikan segala yang terbaik untuk dibuktikan kepada Tuhan agar kita tak lagi dipisahkan.

Kita saling menemukan bukan karena kebetulan.
Karena kurasa, pertemuan kita adalah jawaban dari doa-doa.

Biarlah sementara jarak memisahkan ruang antara kita.
Karena aku pun percaya, Tuhan mengaturnya karena sebuah alasan.
Mungkin saat ini belum menemukan jawaban.
Tapi percayalah kita akan menjadi cerita dunia.

Semoga jarak ini menjadikan kita dewasa.
Karena Tuhan sedang mengajarkan kita tentang makna cinta sesungguhnya.
Tentang doa, tentang setia, tentang saling percaya.

Kelak denganmu aku ingin bahagia dengan bahagia.
Dengan cara sederhana dan cerita yang paling sempurna.

Selalu kuyakinkan hati ini.
Selalu kupaksakan hati ini agar tidak mengambil handphone dan menghubungimu.
Mencurahkan seluruh perasaan yang tersimpan sejak lama.
Tapi aku memilih untuk menyimpan rasa ini.
Disetiap air mata dalam sujudku..
Tersimpan Doaku untukmu..
Jaga dirimu ya, sampai Tuhan Mempertemukan kita di Indonesia.

Semoga..

Puisi LDR yang kedua ini adalah hasil tulisan dari salah satu sahabatku. Dia tidak mau disebutkan identitasnya.
Saya suka sekali dengan puisi ini. Puisi ini menurut saya benar-benar menyentuh hati. Berisi tentang harapan untuk bisa kembali bersama, tentang kepasrahan dan kepercayaan akan Rencana Tuhan dan ungkapan lain yang hanya di mengerti oleh si penulis.
Terima kasih banyak ya Pren, udah mengijinkan saya share tulisanmu,
Semoga harapanmu yang kau tuang dalam puisi ini di kabulkan olehNYA.
Dan cita-citamu juga cita-citanya yang mengharuskan kalian untuk menjalani cinta jarak jauh, dimudahkan olehNYA.

Puisi LDR lainnya nanti ya, cari inspirasi dulu hehe..

puisi cinta puisi sedih

Author: 
    author

    Related Post

    1. author
      Egil12 months agoReply

      Sumpah keren bnget gan.
      Terharu gua

      • author
        AWe (Author)11 months agoReply

        hahaha Makasih Gan, keren Lu bacanya,
        Gua nangis,
        Nulis puisinya aja pake air mata hehe…

    2. author
      cinta1 month agoReply

      gue nangis bacanya wkwk kadang gue suka ngerasa ragu sama pasangan gue yang jauh disana, kadang rasa takut dia deketin cewe lain muncul tp kadang juga yakin seyakin yakinnya hehe semangat pejuang ldr gue doain kita semua bakal berakhir dipelaminan hehe

      • author
        AWe (Author)4 weeks agoReply

        Hehe, nangis??? Segitunya amat
        Apa lgi aku yg nulis catatan ini. Kamu tau, aku nulisnya pakai tinta air mata, karena kqngen yg ditahan2
        Makasih ya udah ninggalin komen, iya Aamiin semoga kisah LDRmu nerujung di pelaminan.
        Kabari aku ya kalo mau naik ke pelaminan, tar aku tuliskan kisahku sebagai kado hehe

    Leave a reply