Menulis Itu Indah Part. 2

209 views

Sekali lagi ayah katakan kepadamu, menulis itu indah nak. Apa lagi menulis tentang seseorang yang spesial.

Seperti ikan-ikan dilautan yang tak pernah habis, meski tiap hari di tangkap oleh para nelayan. Ayah tak pernah kehabisan ide saat menulis tentang ibumu. Dari sebelum ayah dipertemukan sampai hari ini, ayah masih merasa sanggup menulis berlembar-lembar tentang seseorang yang sangat spesial bagi ayah.

Coba kamu buka akun facebook ayah, cari status-status dengan hastag Catatan Untuk Masa Depanku/catatan untuk kamu. Itu semua ayah tulis sebelum ayah bertemu dengan ibumu.

Menulis itu indah Nak?
Jika nanti ketika semua orang pergi meninggalkanmu, lalu saat itu kamu ingin sekali bicara dan kamu tak menemukan telinga yang bersedia mendengarkan, maka menulislah. Biarkan tulisan-tulisanmu yang berbicara kepada dunia, tentang apa yang kau rasa, tentang mimpi-mimpi yang kau harap dan tentang sketsa yang selama ini kau simpan dalam dada.

Menulislah.. Kalau kamu tak bisa, maka belajarlah. Seperti ayah yang saat ini masih terus belajar menulis.

Kalaupun hari ini tak ada satupun orang yang mau membaca tulisan-tulisan ayah. Tak mengapa, tapi ayah percaya. Nanti, iya suatu saat nanti.. Setidaknya akan ada satu wanita yang setia membaca tulisan-tulisan ayah. Entah siapa dia, tapi ayah yakin dia ada. Entah sudut bumi sebelah mana dia sekarang berada, tapi ayah sangat yakin dia ada.

Kamu ingin tau siapa dia?

Iyaa benar, dialah ibumu. Satu-satunya wanita yang ayah spesialkan di banding semua wanita diatas bumi ini, selain dari keluarga ayah. Ayah sangat men-spesialkannya, karena dia tulus mau menemani hari-hari sepi ayah. Berjanji selalu ada, hingga nanti usia kami telah sama-sama menua dan dia juga bersedia melahirkan dan membesarkanmu dan banyak lagi.

Jadi, menulislah nak, karena menulis itu indah, sangat-sangat indah.
Dari Ayahmu,
AWe..

belum diedit..

kata kata cinta kata kata romantis

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply